Skip navigation

Entah apa yang dirasakan seseorang ketika ia menyayangi kedua orangtuanya, tetapi tiba-tiba sang ibu marah dan mengatakan bahwa orang tersebut tidak berbakti kepada kedua orangtuanya lantaran tidak segera menelpon sang ibu. Dapatkah anda semua bayangkan?

Mungkin itulah yang terjadi pada diri saya. Hal tersebut benar-benar terjadi pada diri saya. Dan saya merasa seluruh alam semesta mengatakan bahwa saya adalah ANAK DURHAKA… SAYA ADALAH ANAK DURHAKA.

Ridha orang tua adalah ridha Allah juga. Apa yang terjadi bila Allah tidak meridhai semua amal ibadah saya?  Marahnya kedua orang tua adalah kemarahan Allah juga. Apa yang terjadi bila Allah marah kepada saya? Sungguh, teguran Allah yang kecil saja mampu meluluhlantakkan suatu pulau. Apalagi marahnya Allah? Sungguh, saya tak pernah menyangka hal ini akan terjadi. Tak pernah…

Ditahun baru Hijriyah ini bukan suatu keselamatan yang saya dapat. Melainkan kemarahan seisi alam semesta. Ya Rabbii, durhakakah hamba kepada kedua orang tua hamba? Durhakakah hamba kepadaMu?

Hal tersebut bermula dari handphone saya yang masih dalam tas dalam keadaan silent karena semalam saya latihan padus. Saya tak mengerti bahwa handphone tersebut lowbatt. Ketika Mama telepon, saya tak tahu karena handphone tersebut dalam keadaan silent. Lalu kakak saya masuk ke kamar dan menyuruh saya untuk menelpon Mama. Saya mengiyakan, tapi saya berniat ingin menelpon siangnya. Namun ternyata siang itu saya harus rapat divisi pukul 14.30 WIB. Akhirnya telepon batal.

Pulang rapat, saya memutuskan untuk jalan-jalan dengan kawan saya. Sampai di kamar pukul 17.30 WIB. Pukul 19.00 saya diharuskan mengikuti gladi resik padus untuk perayaan 1 Muharram 1430 Hijriyah di Rahmatan Lil ‘Alamin. Pulang gladi resik pukul 22.00 WIB dan lansung makan malam lalu tidur.

Esok harinya, 05.00 WIB, saya bangun dan siap-siap untuk mandi karena pukul 07.00 WIB saya harus sudah ada di Rahmatan Lil’Alamin. Saya baru ingat handphone saya yang ada dalam tas. Akhirnya saya ambil handphone tersebut dari kantong depan tas selempang saya. Ternyata handphone mati. Akhirnya saya charge dan saya mandi.

Akhirnya pukul 07.00 WIB. Saya mengambil hanphone yang sudah selesai di-charge dan saya nyalakan. Banyak sekali pesan masuk dari hari kemarin. Saya baca satu persatu. Namun yang menyayat hati ialah pesan dari sang ibu untukku. Mama berkata bahwa beliau sudah melepas tanggung jawab sebagai orang tua karena kami tidak peduli lagi dengan perintah beliau. Tidak hanya itu saja. Masih banyak pesan-pesan lain yang membuat saya tak habis pikir, kenapa Mama tiba-tiba berkata begitu? Benarkah saya dan kakak saya sudah tidak dianggap sebagai anak beliau lagi???

Dan semesta pun mengutukku…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: