Skip navigation

Masalah aku anak durhaka sudah lewat sehari. Namun masih juga mengganjal di hati. Aku sampai sekarang belum bisa menghubungi orang tuaku. Kemarin ketika kuhubungi, mereka masih ada acara. Pagi ini kutelepon katanya masih tidur. Entah kapan aku akan membicarakan masalah ini dengan kedua orang tuaku. Entah sampai kapan masalah ini akan berlanjut. Ya Allah… Masih adakah harapan untukku?

Tak dapat kubayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya dalam hidupku ketika aku bukan keluarga siapa-siapa. Haruskah aku seperti mereka yang selalu mengais secuil sisa makanan di setiap tong sampah ibukota? Na’udzubillahi min dzalik. Mama… Andai engkau tahu betapa menderitanya darah dagingmu ini… Terlalu berat hukuman yang kau timpakan padaku, Ma… Rasanya kesedihan ini tak berkesudahan…

Dan untuk kesekian kalinya, mataku membengkak meratapi semua ini. Dan untuk kesekian kalinya, rasa perih mendera tenggorokanku. Dan untuk kesekian kalinya, aku kehilangan sebagian suaraku. Dan untuk kesekian kalinya, aku terbaring tak berdaya di ranjangku. Demam…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: