Skip navigation

Ketika selamanya pun harus berakhir
Akhirilah ini dengan indah
Kau harus relakan setiap kepingan waktu dan kenangan
Ketika pelukanku pun tak lagi bisa
Menenangkan hatimu yang sedih
Aku memilih ‘tuk mengakhiri ini dengan indah…

Setiap orang pasti pernah mengalami masa-masa yang buruk dalam mengakhiri sesuatu. Terutama hubungan cinta. Dan kiranya judul diatas dapat menjadi suatu lecutan untuk membuat sesuatu berakhir dengan indah. Dan itulah yang aku fikirkan sekarang.

Untuk mengakhiri hubungan dengan indah (maksud saya ialah dengan perasaan ikhlas dari kedua belah pihak) ternyata tidaklah mudah. Terkadang ada saja salah satu pihak tidak mau rasa sakit hati itu berlalu begitu saja. Terkadang rasa perih itu tanpa sengaja telah dipelihara untuk menjadi suatu memori buruk yang akan selalu dikenangnya. Dan akhirnya misi dari berkhirnya kisah cinta itu gagal sudah.

Memberi pengertian pada pihak yang hendak “diberi pengertian” tentu tidaklah semudah mengucapkan “kita putus saja”. Tentu dia akan bertanya “kok gitu?”. Tentu jawaban yang dia harapakan belum tentu dapat ia terima. Atau yang ada malah “Nggak apa-apa”. Udah biasa ‘disakiti’ kok”. Tentu jawaban kedua malah memberi perasaan luka yang lebih dalam kepada pihak yang ingin mengakhiri hubungan itu. Apakah mereka tidak berpikir kalau kita mengakhiri hubungan itu karena kita sebenarnya masih menyukai dirinya?

Banyak orang memahami berakhirnya sebuah hubungan cinta (pacaran, maksudnya) adalah karena kehadiran orang ketiga dalam hubungan tersebut. Apakah hal itu selalu benar? TIDAK.

Terkadang karena rasa sayang itu sendiri yang menyebabkan berakhirnya hubungan tersebut. And that was happened to me…

Bukan aku tidak menyukai dia lagi. Bukan karena kehadiran orang ketiga dalam hubungan kami. Tapi karena aku yang tidak mau dia menunggu lama untuk memiliki pendamping hidup yang lebih baik daripada diriku. Tetapi mengapa dia masih tak mau mengerti? Mengapa dia malah menjawab “Sudah biasa disakiti”? Yang ada bukannya kerelaan hati, tapi malah luka baru buatku. Apakah aku selalu menyakitinya? Kalau begitu alasannya, berarti lebih baik benar-benar diakhiri daripada dia selalu sakit hati menjalani hubungan tersebut.

Dan akhir dari hubungan itu akhirnya tidaklah indah…

One Comment

    • penyo
    • Posted Juli 7, 2009 at 7:59 pm
    • Permalink

    wiiiihhhhhhh,,,, tetangga saya tuch yg nyanyi,,, hihi,,, CINTA ,memang kalau kita tidak hati2 cinta itu bisa berarti “binatang yg buas” apa bila kita tidak waspada dia(cinta) akan mencabik,merobek bahkan mengoyak-ngoyak hati kita,kapanpun itu bisa terjadi. jadi buat yg sedang jatuh cinta hati2 yach!.. (waspadalah!..waspadalah!!! )


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: