Skip navigation

Pagi ini, ketika saya terbangun dari tidur untuk sahur, saya nyalakan laptop saya. Mencoba koneksi ke Internet. Dan dalam waktu singkat sudah tersambung. Saya coba untuk login ke Yahoo Messenger untuk melihat siapa saja kawan-kawan yang masih belum tidur. Ternyata ada seorang kawan saya nun jauh di negeri Piramid, yang masih belum tidur. Waktu disana tepat menunjukkan pukul setengah sebelas malam.

Awalnya kami saling bertegur sapa. Berbincang sedikit, basa basi lah. Lalu saya teringat akan sebuah link yang dikirim oleh kawan saya yang sekarang menuntut ilmu di Malaysia. Saya sudah melihat link yang dikirimnya semalam. Dia mengirimkan link sebuah artikel yang berjudul “Rahasia Kepintaran Israel”. Dari judul artikelnya, cukup membuat saya penasaran. Karena saya tahu bahwa bangsa Israel adalah bangsa yang pintar sepanjang sejarah. Bahkan dalam Al-Qur’an pun disebutkan demikian.

Lalu saya timbul ide untuk mengirimkan link artikel tersebut kepada kawan saya yang ada di Mesir itu. Kebetulan kawan saya itu adalah orang Aceh. Dan yang saya tahu, dia tidak suka Yahudi. Saya kirimkan link tersebut melalui chat kami di Yahoo Messenger. Dan dia segera membacanya.

Tujuan saya mengirimkan link artikel itu adalah ingin melihat seperti apa respon kawan saya tersebut. Karena yang saya fahami, dia tidak menyukai Israel. Setiap kami membicarakan konflik Israel-Palestina, dia selalu menghina Israel. Dan kali ini saya ingin melihat responnya. Respon mahasiswa yang berbeda dengan saya. Baik itu berbeda tempat, waktu, bahkan pemahamannya akan daerah asalnya sendiri. Namun kami masih dalam satu persaudaraan, yaitu Islam. Tanpa agama yang satu, entah apa jadinya kami. Konflik di Aceh yang berkepanjangan membuat saya merasa dia begitu jauh meskipun kami hidup dalam negara yang sama.

Lalu setelah dia membaca artikel tersebut, saya minta pendapatnya. Ternyata pendapatnya mengejutkan! Bukan kata-kata hinaan atau cacian atau bahkan makian yang saya lihat. Namun pengakuan.

Dia mengakui bahwa bangsa Israel adalah bangsa yang pandai dan cerdas. Karena Allah telah menyebutkan dalam “surat cinta-Nya”. Namun ia tidak berkata bahwa bangsa Asia adalah bangsa yang bodoh atau biasa saja.

Sedangkan saya sendiri merasa malu akan fakta yang ada dalam artikel tersebut. Ada dua hal yang saya ambil sebagai pelajaran dalam artikel tersebut, yaitu kecerdasan bangsa Israel yang sudah di bentuk sejak mereka masih dalam kandungan dan kegigihan pejuang cilik Palestina dalam jihad dan menghafal Al-Qur’an. Dua hal yang membuat saya benar-benar merasa malu.

Namun kawan saya berkata “Memang mereka (orang Arab) itu hafalannya kuat”. Mungkin hal tersebut benar adanya. Tapi saya kurang setuju dengan pendapat kawan saya tersebut. Saya berpendapat bahwa semua itu tergantung dari niat. Asal disertai dengan niat yang kuat, maka semua bisa tercapai. Termasuk dalam menghafal Al-Qur’an. Para pejuang cilik itu telah dididik dan dilatih untuk menghafal Al-Qur’an sejak kecil karena tuntutan kondisi lingkungan mereka disertai niat mereka untuk terus hidup dan melestarikan ajaran Allah yang terkandung dalam Al-Qur’an. Sejak kecil mujahid-mujahid cilik itu selalu di fahamkan oleh hal-hal yang demikian. Maka dari itu lah mengapa Israel banyak membunuh pejuang-pejuang cilik Palestina itu. Israel sebenarnya takut akan kekuatan dari mujahid-mujahid cilik Palestina itu. Jika sejak kecil saja sudah menjadi hafidz Qur’an, apa yang akan terjadi 20 tahun kemudian?, itu yang mereka (bangsa Israel) pikir.

Dan saya kembali bertanya-tanya. Bertanya dalam hati. “Lalu apa yang telah saya perbuat sekarang?”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: