Skip navigation

Entah kenapa pagi ini saya ambil kalimat ini sebagai judul artikel saya. Tiba-tiba saja ide itu muncul (ide itu memang nggak sopan, tiba-tiba nyelonong masuk ke dalam otak. hahaha…) ketika percakapan antara kawan saya dan saudara saya terjadi. Berikut cuplikannya (halah…):

“Mbak, ada produk buat ngilangin selulit lho…,” kata kawan saya.
“Oh ya? Ah tapi mahal,” kata saudara saya.

Kemarin saya melihat katalog produk kecantikan itu. Dan memang harganya “selangit” bo!!! (untuk kantong anak kuliahan semacam saya ini, harga lima puluh ribu-pun dipikir-pikir lagi. hahaha…). Bisa-bisa stop jajan seminggu!!! Dan akhirnya saya tidak jadi membelinya. Saya senyum-senyum saja medengar percakapan mereka berdua. Duh, wanita sekarang memang terbosesi menjadi cantik ya? hihihi…

Entah kenapa saya pun berpikir, apakah cantik secara fisik itu menjadi tolak-ukur bagi seorang wanita untuk menjadi “primadona”? Dan menurut pengamatan saya sekarang ini, jawaban dari pertanyaan itu adalah “iya”.

Setiap pria pasti melirik wanita yang cantik, modis, dan (tentu saja) langsing. Misalnya dia berjilbab, pasti dilirik yang berwajah manis atau “imyut-imyut” (maaf Bang Joe. saya pinjam kata-katanya sebentar ya… hehehe…). Tak dipungkiri lagi, saya yang merasa biasa-biasa saja, jadi ikut-ikutan untuk berusaha tampil mempesona bak bintang iklan Lux di televisi yang selalu dilirik pria kemanapun melangkah (hahaha… LEBAY!!!).

Namun tahukah anda bahwa kebanyakan wanita mengeluh ketika mereka menjalani proses untuk “menjadi cantik”?

Banyak kawan saya mengeluh ketika menjalani program diet. Rasa lapar yang berlebihan, dan perawatan wajah di salon kecantikan yang membuang uang ratusan ribu bahkan jutaan rupiah.

Setiap manusia pasti menyukai kata “cantik” dan “indah”. Karena Allah itu Maha Cantik dan Maha Indah. Begitupun saya yang merasa senang ketika mendengar dua kata itu. Alam yang diciptakan Allah pun indah sekali. Hamparan pantai dengan airnya yang jernih, bukit-bukit yang “ijo royo-royo”, air terjun yang membuat hati menjadi tenang (kecuali kalo ada yang ngintip kita lagi mandi di air terjun itu. kwekekekek…), langit di malam hari dengan jutaan bintang berkilau, bulan dengan indah cahayanya (seperti yang di foto oleh mas Galih Satriaji. hehehe…), pemandangan bumi dari luar angkasa yang bagai permata biru di tempat yang gelap (menurut saya), adanya manusia yang bentuknya begitu sempurna, adanya wanita yang tubuhnya begitu indah, dan masih banyak lagi keindahan dan kecantikan yang Allah ciptakan untuk dijaga dan dipergunakan dengan adil.

Pada hakikatnya, menurut Ibn Qayyim al-Jawziyyah, cantik itu ada dua:

  1. Kecantikan Lahir
    Kecantikan lahir adalah perhiasan yang dengannya, Allah mengistimewakan rupa yang satu dengan yang lainnya, yang merupakan nilai lebih yang diberikan Allah kepada makhluk-Nya.
  2. Kecantikan Batin
    Kecantikan yang dicintai karena zat-nya itu sendiri, yakni kecantikan ilmu, akal, kedermawanan, kesucian diri, dan keberanian.

Sebagaimana terdapat dalam sebuah hadits Shahih “Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupamu dan hartamu, tetapi melihat hati dan perbuatanmu“. Namun kecantikan batin inilah yang dapat mempercantik rupa lahiriah seseorang. Sekalipun rupa aslinya biasa saja, tapi si pemilik rupa dapat menutupinya dengan kecantikan, kewibawaan, dan kemanisan, tergantung seberapa banyak ruhnya memperoleh sifat-sifat tersebut.

Definisi dan paragraf diatas saya dapatkan dalam buku “Cantik Luar Dalam” karya Ibn Taymiyyah al-Harrani dan Ibn Qayyim al-Jawziyyah dari judul aslinya “al-Jamaal: Fadhluh, Haqiqatuh, Aqsaamuh” penerbit Serambi (sekalian saya lengkapi infonya, siapa tahu ada yang berminat untuk membeli bukunya juga. hehehe…). Dengan membaca buku tersebut akhirnya saya menyadari bahwa kecantikan fisik itu penting. Namun kecantikan batin lebih penting lagi karena Allah lebih menyukai seseorang yang cantik hatinya.

Satu lagi, kecantikan lahir itu harus dijaga dan dirawat sebaik-baiknya. Karena Allah telah menciptakan kita dengan bentuk yang sebaik-baiknya, tanpa cacat dan tanpa cela. Maka kita pun harus menjaga dan merawat pemberian Allah itu dengan sebaik-baiknya pula dan bertanggung jawab atas apa yang telah kita perbuat terhadap tubuh kita.

So, jadi cantik??? Siapa takut???

3 Comments

  1. Nice story….

    • penyo
    • Posted Juli 5, 2009 at 8:53 pm
    • Permalink

    nggak munafik kecantikan luar memang menyilaukan mata,,, namun hanya kecantikan dalam lah yg akan setia menyinari hidup dan mati kita,bahkan hingga hidup lagi,,,(banyak hal yg bisa kita petik dari cerita nich,,,)mangga x yach,,, hehehe,,,,

  2. lah klo ganteng ad berap jenis yaw….??


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: